Arsip

Arsip untuk Mei 1, 2008

BAHAYA PANDANG MEMANDANG

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan

Allah SWT berfirman yang bermaksud :

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan mereka karena yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan jangan memperlihatkan perhiasan mereka.” (An Nur : 30-31)

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud

“Pandangan mata itu panah yang beracun dari panah-panah iblis. Oleh karena itu barang siapa yang meninggalkan pandangan karena takut dari siksa Allah serta iman, maka ia akan memperoleh kemanisan iman dalam hatinya.”

Berkata Nabi Isa a.s.

“Takutlah kamu sekalian pada pandangan karena sesungguhnya ia dapat menumbuhkan syahwat di dalam hati dan dapat menimbulkan fitnah (godaan) karena pandangan itu.”

Nabi Sulaiman a.s berkata kepada puteranya:

“Hai anakku! Berjalanlah di belakang harimau dan ular-ular besar yang berwama hitam dan janganlah kamu berjalan di belakang seorang perempuan.”

ADAB ADAB ANAK PEREMPUAN REMAJA

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan

Di dalam rumah:

  1. Menghormati penjaganya dan menerima nasihat yang diberi.
  2. Memperbaiki diri untuk menjadi wanita solehah.
  3. Menjaga nama baik penjaganya.
  4. Melatih diri dengan urusan rumah tangga seperti menjahit, memasak dan membereskan rumah.
  5. Banyakkan sholat dan puasa sunat.
  6. Jadikan Al Quran sebagai hiburan dan menghafaznya.
  7. Banyak mengkaji sejarah wanita-wanita utama salafussoleh untuk dicontohi

Di luar rumah:

  1. Keluar bersama-sama penjaga atau muhramnya.
  2. Senantiasa menundukkan pandangan dan hindarkan dari memandang ke sana ke mari.
  3. Hiasilah diri dengan sifat malu.
  4. Berkata yang benar apabila bertemu kawan
  5. Jangan pergi ke tempat-tempat umum seperti pasar.
  6. Hindari dan bersahabat atau berbincang dengan laki-laki.
  7. Jangan bergaul dengan wanita-wanita fasik.
  8. Menuju langsung ke tempat yang dituju tanpa menyimpang ke tempat lain.
  9. Menjaga martabat.
  10. Menjaga aurat sebagaimana yang dituntut oleh syariat.

ADAB ADAP WANITA YANG DI PINANG

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan
  1. Hendaklah dia menyerahkan kepada orang tua dan keluarganya untuk:
    i. Menyelidiki laki-laki yang meminangnya yaitu tentang agamanya, kepahamannya, kepribadian dan ketetapan janjinya.
    ii. Memperhatikan keluarga tunangnya itu dan penghuni penghuni rumahnya.
    iii. Memperhatikan ibadah laki-laki yang meminangnya seperti sholatnya secara individu dan secara berjemaah.
    iv. Memperhatikan matlamat pemiagaan dan perusahaan atau matlamat dalam pekerjaan laki-laki yang meminangnya.
  2. Pada hari pertunangannya, hendaklah ia menggalakkan tunangnya agar memperkuatkan agamanya dan bersikap zuhud.
  3. Hendaklah bersama-sama berniat di atas satu dasar hidup yaitu hidup untuk Tuhan.
  4. Bersifat ‘qanaah‘ (memadai dengan apa yang telah ada tanpa rasa tamak) dalam membina rumah tangga. Setelah diterima peminangan hendaklah dia mematuhi kehendak-kehendak calon suaminya itu untuk memperkuat hubungan dalam pergaulan dan mengekalkan cinta kasih setelah menikah nanti.
  5. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
    “Apabila seorang yang kamu berpuas hati tentang agamanya dan perangainya datang meminang (anak gadis) kamu maka terimalah lamaran itu. Seandainya kamu menolak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi.”
    (Riwayat At Tarmizi)
  6. ergaulan setelah pertunangan masih terbatas. Pertemuan harus diatur mengikut syariat dengan ditemani muhram atau penjaga.
  7. auhkan pergaulan bebas agar terpelihara dari dosa, fitnah dan salah sangka tunangnya.

TANDA TANDA PEREMPUAN YANG BAIK AKHLAKNYA

  1. Berakhlak dengan Allah seperti tekun dan bersungguh-sungguh beribadah. Sabar dalam menempuh kesusahan (ujian) dari Allah dan dalam mengerjakan perintah-perintah-Nya, senantiasa bersyukur dengan karunia Allah, tenang dalam menerima ketentuan Allah serta banyak mengingati Allah.
  2. Mentaati suaminya, redha dengan pemberian suami, melayan suami dengan baik, bersopan santun dalam segala percakapan dan perbuatan, menjaga aurat dan kehormatan diri serta memelihara kehormatan suami.
  3. Berakhlak dengan ibu bapa, memuliakan mereka serta membantu dan menyenangkan mereka. Senantiasa berusaha mengajak keluarga kepada kebaikan dan keredhaan Allah.
  4. Balk pergaulannya dengan teman, tetangga dan masyarakat sekitarnya. Tidak mengganggu dan menyakiti mereka, malah membantu dan memudahkan mereka sesuai dengan kemampuan.
  5. Tumpuan hatinya ialah untuk memperbaiki ibadah dan akhlaknya, mengurus rumah tangga dengan balk, nemelihara ibadah, menjaga hubungan dengan manusia dan senantiasa berusaha untuk menasihati dan mengajak orang lain melakukan kebaikan.

SAJAK ISTRI – ISTRI

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan

Isteri-isteri itu adalah amanah Tuhan
yang mesti dijaga, diawasi dan dibajai hatinya
mengambil alih kuasa dari ibu bapanya di bawah nama suami
adakalanya menghibur hati pencerah fikiran dan penguat jiwa
adakalanya menyeksa jiwa
duri pada fikiran pan racun pada hati neraka rumah tangga
akan tumbuh uban sebelum masanya
akan jadi tua sebelum ketikanya
didiklah dia, jangan marah-marah
lemah lembut dan berhemah
simpati dan timbang rasa
kita akan dapat tundukkannya
jangan biarkan mengikut kehendaknya
kecuali syariat membolehkannya
dia akan terus tersasul dan tersalah
dayus pada kita
Neraka padahnya

TUJUAN PERKAWINAN DAN FALSAFAHNYA

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan

Falsafah Perkawinan

Perkawinan atau mendirikan rumah iangga merupakan satu titik
permulaan untuk terbentuknya sebuah masyarakat Islam. Dari rumah tangga yang mengamalkan Islamlah akan terbentuknya sebuah masyarakat Islam.

Tujuan Perkawinan

  1. Oleh karena laki-laki ada nafsu kepada perempuan dan sebaliknya, maka untuk menyelamatkan keadaan, perkawinan adalah perlu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina, la memberi saluran yang halal bagi mereka untuk memenuhi keperluan nafsu masing-masing.
  2. Dapat melahirkan keturunan yang akan menyambung tugas manusia sebagai khalitah Allah yang harus berusaha untuk menegakkan agama Allah dan sebagai aset yang berharga di Akhirat kelak.
  3. Islam dapat direalisasikan datam suasana keluarga sebelum tercetusnya masyarakat Islam yang lebih besar.
  4. Dapat meramaikan umat Islam dan ini menjadi kebanggaan Rasulullah saw di Akhirat kelak.
  5. Tidak terputus keturunan disamping niat untuk memberikan hiburan kepada pasangan masing-masing.

RUMAH TANGGA YANG BERKAT

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan
  1. Pilih pasangan yang beragama sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
    °Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Pilihlah yang beragama agar kamu beruntung. “
    (Riwayat Bukhan dan Muslim)
    Bagi pihak wanita, untuk mendapat calon suami beragama, perlulah perempuan itu sendiri beragama, karena Allah berfirman yang bermaksud:
    “Laki-laki yang balk Itu adalah untuk perempuan yang baik.” (An Nur : 26)
  2. Selama pertunangan, hindarilah pergaulan bebas. Kalaupun ingin bertemu. biarlah ditemani oleh muhram. Pertemuan menurut syariat boleh diatur. Adalah lebih baik dipercepatkan pernikahan.
  3. Majelis walimah yang berkat ialah majelis yang menurut syariat, terhindar daripergaulan bebas laki-laki dan perempuan, tidak ada adat persandingan dan pernbaziran belanja (apa lagi kalau sampai berhutang), tidak melewatkan waktu sholat dan tidak disertai dengan hal-hal yang melalaikan.
  4. Pernikahan yang berkat itu, murah mas kawinnya, dalam bulan Syawal, pada hari Jum’at, dalam perhimpunan orang-orang soleh dan dalam rumah Allah (masjid).
  5. Suami-isteri hendaklah ada kesepahaman dan berusaha melaksanakan tanggung jawab masing-masing serta saling ridha meridhai, berbincang jika ada masalah dan mudah bertenggang rasa. Masing-masing henddaklah berusaha mencari keredhaan Allah dan doa mendoakar

TUGAS ISTRI DI DALAM RUMAH TANGGA

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan
  1. Senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya.
  2. Hendaklah senantiasa me,nbersihkan rumah menurut syariat Islam.
  3. Menyediakan makanan untuk suami tanpa disuruh atau diminta.
  4. Menyediakan makanan yaiig disukai oleh suami.
  5. Menjahit pakaian untuk su imi dan anak-anak.
  6. Mencuci pakaian suami dan anak-anak.
  7. Menyediakan keperluan-keperluan lain untuk Suami.
  8. Menjaga harta suami, tidak menyerahkannya kepada orang lain tanpa keijinannya.
  9. Mendidik anak-anak menjadi manusia yang beriman agar tidak membebankan ibu bapaknyaa di Akhirat kelak.
  10. Menjadi penghibur suami ketika dia berada di rumah dengan memberi layanan yang baik. Seorang isteri hendaklah menjadi kan rumah tangganya seperti surga buat suami dan anak-anak.

Tanggung jawab wanita tersimpul dalam sebuah Hadis Rasulullah yang bermaksud:

“Apabila seorang wanita menunaikan kewajibannya terhadap Tuhannya, mentaati suaminya dan menggerakkan peralatan tenunannya, maka seolah-olah ia membaca tasbih kepada Allah terus-menerus. Dan selama mana berkekalan alat tenunan itu pada tangannya maka seolah-olah ia sholat berjemaah. Apabila ia menjerang periuk unluk memberi makanan kepada anak-anaknya nescaya Allah menggugurkan semua dosanya (kecuali dosa besar). “

ADAB ADAB KETIKA BERHUBUNGAN DENGAN SUAMI

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan
  1. Sunat berwuduk sebelum berlimak dengan harapan ika dari
    perhubungan itu terjadi anak, mudah-mudahan anak tersebut
    berakhlak baik. Sunat juga berwuduk setelah berjimak.
  2. Sunat berwangi-wangian dan berhias agar membangkitkan
    keinginan bermesra.
  3. Sunat bersenda gurau sehingga melahirkan kasih sayang, bukan
    dengan paksaan. Ada ulama berpendapat anak yang lahir hasil
    dari hubungan suami isteri yang tidak didahului dengan senda
    gurau akan menjadi kurang cerdas otaknya.
  4. Sunat memulakan dengan Bismillah dan berdoa:
    Maksudnya: ‘ Dengan nama Allah, jauhkan kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari karunia yang Engkau berikan kepada kam.” (Riwayat Bukhan dan Muslim)
    Ketika itu niatkanlah yang baik-baik, agar hubungan suami isteri itu menghasilkan anak yang soleh, yang beriman dan yang bertakwa.
  5. Hindarkan clan memandang kemaluan suami
  6. Hindarkan dari bertelanjang bulat dan menghadap kiblat. Sunat berselimut, misalnya dengan kain selimut.
  7. Sunat berjimak pada malam Senin, Kamis dan Jum’at sebaliknya makruh melakukannya pada malam “yaumul’abid”(hari putih) yaitu pada 13, 14, 15 dan juga pada awal dan akhir bulan Qamariah.
  8. Makruh berjimak ketika dalam keadaan lapar atau terlalu kenyang.
  9. Haram hukumnya mengadakan perhubungan jenis ketika haid dan nifas.

PANDUAN BERHADAPAN DENGAN SUAMI

Mei 1, 2008 Andry Sucipto Komentar dimatikan
  1. Ketika suami sedang berbicara, dengarlah dengan baik, diam dan tidak memotong pembicaraannya.
  2. Sikap suami hendaklah diterima dengan syukur, tidak menjawab apabila dimarahi dan bersabar ketika hati disakiti karena kadang• kadang dia sengaja hendak menguji kita. Anggaplah marahnya suami adalah karena dosa si isteri. Karena Allah murkalah, maka Allah datangkan hukuman melalui suami.
  3. Cepat bertindak ketika suami berhalat ses,iatu sekalipun sedang letih. Tegasnya, taat kepada kehendak sLami kecuali kehendak yang melanggar syariat.
  4. Memenuhi keperluan suami dengan taik, mengutamakan kehendak suami daripada kehendak anal’-anak (disinilah tanda kasih sayang terhadap suami). Jika diijinkan bolehlah mendahulukan kehendak anak atau oranc lain.
  5. Ketika berhadapan dengan suami, hendakiah senantiasa berhias diri, bersihkan mulut, berwangi-wangian di dalam rumah) dan berwajah manis.
  6. Memuliakan ibu bapa dan keluarga suami, menghormati isteri-istennya (madu kita) dan melayani anak-anak suami (anak tin kita) dengan baik.
  7. Menjaga ketenteraman hati suami, membantu menyelesaikan masalah suami atau sekurang-kurangnya menunjukkan rasa gembira dan simpati.
  8. Menjaga harta suami dengan baik dan jangan mengkhianatinya, menjaga kebersihan dan kerapian rumah. Menyediakan peralatan mandi atau pakaian sebelum suami ke kamar mandi.
  9. Menghormati suami, berdiri mengantar kepergian suami dan menyambut kepulangannya dengan senyuman.
  10. Mesti sama-sama merasakan perasaan suami :
    Senang kalau ia senang dan bersimpati kalau ia berduka.
    Bergurau kalau ia bergurau, tenang kalau ia tenang.
    Terhibur ketika menerima pemberian suami.
    Tidak memperkecilkannya.
    Tegasnya, dapat menyelami perasaan suami dan sanggup
    berkorban demi kesenangan suami.
  11. Memelihara maruah suami.
  12. Memahami suami, jika dia pemimpin membantu dia dengan mengambil berat soal kebajikan anak-anak buahnya. Jika suami guru, kita hendaklah melengkapkan din dengan ilmu. Hendaklah kita siap dengan apa saja keadaan, kedudukan atau perbuatan suami.
  13. Senantiasa mendoakan suami dan tidak menyusahkan suami dengan kehendak pribadi. Senantiasa berakhlak baik dengan suami, tidak bertengkar di depan anak-anak. Hendaklah membela suami atau keluarga suami jika terfitnah, walaupun hati sendiri yang terluka.
  14. Pastikan niat kita melayan suami semata-mata mengharapkan keredhaan Allah, semoga suami kuat beribadah, berjuang bersungguh-sungguh pada jalan Allah, agar terjalin kasih sayang karena Allah dan mendapat keturunan yang banyak dan baik.
  15. Hendaklah isteri senantiasa bersikap malu kepada suaminya.
  16. Memelihara kehormatan ketika suami tidak ada di rumah.
  17. Merasa cukup dengan apa yang ada (ganaah).
  18. Selalu bersikap belas kasihan serta merasa takut kepada suami
    dan senantiasa merasa din kita yang bersalah.
  19. Merasakan suami mempunyai kelebihan. Diantara sabda
    Rasulullah SAW bermaksud:
    “Allah Tabaraka wa Taala membenci seorang isteri yang tidak berterima kesih kepada suaminya, sedang ia memang memerlukan suaminya.”
    (Riwayat An Nasai)
    “Siapa saja isteri yang keluar rumah tanoa ijin dari suaminya, tetaplah ia di dalam kemurkaan Allah sampai ia kembali atau suaminya redha kepadanya.”
    (Riwayat Al Khatib)
    “Apabila seorang wanita sholat lima waktti berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, mematuhi suaminya, maka dapatlah dia memasuki Surga.”
    (Riwayat Al Bazzar)